menikah kah?

•November 4, 2008 • Leave a Comment

pernikahan adalah hal yang paling sering dibahas oleh teman-teman saya dikampus.

Dulu..dulu sekali ketika saya SMA sayapun sering berfikir untuk merasakan nikah muda. selalu membayangkan masa-masa birjihad bersama. keromantisan dan kebersamaan. namun itu dulu.

sekarang ketika umur saya mulai melewati dua puluh, tema itu tak menarik lagi ditelinga saya. jenuh. bosan. bahkan menakutkan.

bagaimana tidak. begitu banyak masukan yang saya terima tentang pernikahan. semuanya membuat saya ngeri, merinding bulu kuduk, dan menangis.

bayangkan saja teman

jika cemberut pada suami dosa

menolak bergaul seluruh malaikat melaknat

pergi tanpa izin dilaknat pula

ada juga cerita shahabiyah yang menyediakan cambuk untuk suaminya, bersiap-siap dicambuk jika makanannya tidak enak(sedangkan saya masakpun tak bisa.ironis)

sehebat apakah seorang lelaki? hingga rosulpun berkata “jika manusia diperbolehkan bersujud pada manusia lainnya, niscaya aku menyuruh pada istri untuk bersujud pada suaminya”

sehebat apakah mereka hingga mereka dapat memukul istrinya?

hingga mereka dapat mengacuhkan istrinya tanpa harus dilaknat?

Sayapun kembali berfikir, akankah saya menikah?

ketika saya melihat dengan mata kepala sendiri fenomena pernikahan yang begitu mengerikan.

akankah saya seperti Robi’ah?

namun saya masih ingin menjadi umat Rosul, yang akan ia banggakan jumlah dan keimannya.

saya masih ingin menjadi umatnya.

pangeran berkudaku

•August 18, 2008 • 1 Comment

sejak kecil saya selalu disodorkan dengan cerita-cerita tentang cerita cinderela dan putri-putri cantik nan menawan

alhasil, setiap melihat kuda saya selalu berfikir kapab pangeranku akan tiba. hehehe

adalah Masjid salman, yang berletak di ITB, dekat kebun binatang. disana terdapat banyak kuda-kuda menggoda. perkasa nan indah. Pertama bertandang kesana. saya selalu betekad untuk menaiki kuda namun sayang sampai sekarang hal itu belum pernah terjadi.

dan akhirnya saya putuskan untuk menanti seorang pangeran yang akan menjemput saya dengan kuda putihnya.

fiuh…so romantic

My first Love

•June 5, 2008 • Leave a Comment

Mungkin masa pubertas saya emang agak telat, temen-temen saya biasanya  ngerasin cinta pertama di SMA, SMP, SD bahkan ada yang diTK (inimah keterlauluan) tapi saya malah ngerasinnya di bangku kuliahan. sungguh menyedihkan.

Sebenarnya cinta ini sudah terjadi dua tahun yang lalu pas semester pertama, tapi waktu itu saya juga tak pernah sadar bahwa saya terkena virus ini.

Sebagai gadis melayu pada umumnya saya tidak pernah ada niat untuk memberitahukan perasaan ini kepada orang yang saya suka.Tapi ini ternya ta membuat saya sengsara.

Sayapun mulai melakukan hal menjijikanny dan tidak rasional mulai dari menuggunya selam 1 jam 45meenit hanya untuk melihatnya, belum lagi mengumpulkan semua informasi tentang dirinya. ini sungguh keterlaluan.

Karena tak tahan dengan prilaku saya sendiri alhasil. sebagai jalan terakhri sayapun curhat ke murobi saya

Saya(S) : teteeeh….

muroobi(M): Mmm…

S: pengen nikah

M: huh?

S: nikah

M: ama siapa?

S: ga tau

M: yee, mau nikah tapi gak ada calonnya gimana seech

S: Abisnya ga bis ngehandle virus dan sering melakukan hal-hal bodoh

M: euh iye mah. Nikah tuh bukan cari aman buat ngehindarin cinta. Nikmatin aja lagi. Tapi jangan sampai kelewatan. cinta itukan bisa dimodif, tergantung kita aja. dan tentunya jangan ampe melbihi cinta ma Allah

S: kayanya mah uadah kewatan (dan sayapun mengakui dosa-dosa nista saya)

M: gini aja Teth punya dua solusi

yang pertama inimah tergantung kamu, kamu bisa mengahandle cinta kamu dengan membagi cinta kamu dengan teman-teman nah natar kan abis dengan sendirinya.

yang kedua teteh bantuin kamu untuk bicara ke ikhwan itu

S : JANGAN!

sayakan bukan khodijah teh, ga punya apa-apa. ilmu juga cuma sedikit

M: gening sadar hehehe

JAdi nomor satu aja

S: ah teteh mau nikah… nikah… nikah….(nagis meraung-raung)

M: oke teteh cariin yang laen

S: senyum nista

M: tapi udah berapa hafalan mu?

S: tersentum pahit

M: tuhkan, kau tuh masih mikirnya nikah itu solusi dari masalah, padahal nikah itulah yang bikin masalah

S: diem

M: Jadi?

S: bengong mikir

M: mikir juga

S:Ha…teteh gini aja, kalo novel saya “The SUn” best seller bantuin saya bilang ke ikhwan itu. Nah pas itu juga berarti hapalan dan ilmu saya dah banyak

M: berarti amsih lama dong

S: teteh (nagis meraung-raung)

M: iya..iya teteh bantuin. ngomong-ngomong ikhwannya namanya siapa?

S: rahasia. Pokonya mah ikhwan bukan akhwat hehehe

Percakapanpun selesai. dan sekarang sebagai ikhtiar sayapun mencoba merevisi dan terus mengirim naskah-naskah saya.

perjuangan belum berakhir

mohon doanya

Ghadul bashar ala visualist

•May 6, 2008 • Leave a Comment

Mmm…kalo ngomongin tentang ghadul bashar emang ga ada metinye, bagaimanapun ikhwan berkeliaran dimana-mana dan akhwat pun dengan tenang berjalan dengan anggunnya hingga mebuat hati ikhwan berdebar (ehem)

Yup mo gimana lagi, kita memang harus menerima hidup apa adanya (???)

ato lebih tepatnya bersosialisasi dengan lawan jenis(naon sech)

syuro-demi syuro telah saya lalui dan hasilnya teap nihil, diakhir syoro ketika ditanya tentang pembahasan saya hanya bisa tersenyum cengengesan.

saya adalah orang visualis pada umumnya yang tidak bisa menangkap dengan jelas perkataan seseorang tanpa menlihatnya. Nahas.

sedangkan bisa teman bayangkan syuro selalu ditutupi oleh hijab tinggi, pembicaranya pun tak terlihat.Belum lagi suara-suara yang tak saya kenal berseliweran.

Maka dari itulah saya mencoba membantu para konco ku yang bervisualis ria untuk menjaga pandangannya tapi tetap bisa menikmati pembicaraannya

Trik ‘dongdong’ ini hanyalah berupa pengalaman tanpa ada ilmu sedikit didalamnya, hihihi

1. Lihatlah kelawan bicara kita (yaiyyalah)

Lihatlah satu titik wajah lawan bicara kita

2. Melihat matanya adalah salah satu jalan cinta karena “dari mata turun kehati” hehehe. Pokonya mah hindari aja, jangan sampe kita malah pengen tau apa warna bola matanya. Bahaya.

3. JIka keukeuh masih ingin melihat matanya, cobalah lihat ketitik yang lebih aman seperti pinggiran mata, atau halisnya. jangan coba-coba mencari cileuh qey. huahaha….

4. Akan lebih aman jika kita melihat gerak bibir silawan bicara, dan tentunya otak yang bersih kan serta hati yang penuh dengan iman akan membantu keghodulan ~_^

5. Beri jarak aman dengan lawan bicara, ya…sekitar satu meter lah cukup. coz jika terlalu dekat. heuk..jerO!!

6. Jika berada dijalan raya, tataplah lurus kedepan karena jika menatap kebawah akan sangat berbahaya bagi kaum visualis. Ini sudah saya uji coba sebelumnya, hasilnya saya terjatuh tersungkur didepan seratusduapuluh orang. memalukan

7. Jika berada disyuro cobalah rekam pembahasannya.

Dan tentunya tirk ini akan berhasil jika sahabat2 yang bukan visualis mulai peka terhadap kami. ~_^

Gie pun mati

•May 1, 2008 • Leave a Comment

Memang benar apa yang dikatakan Gie, Bahwa kita bisa mengenal diri kita ketika kita berkenalan dengan alam. Tak heran jika ia harus meninggal di alam.

Keindahan yang Gie rasakan, tak dinyana dapat saya rasakan pula. Akhirnya saya sadar siapa diri ini. Apa yang sebenarnya yang saya mau, dan apa yang saya mampu lakukan atau tidak. Bersyukurlah teman jika kita sudah mengetahui siapa diri ini. Bukankah orang yang mengetahui Robnya adalah orang yang tahu akan dirinya sendiri.

Gie memang sudah mati, tapi cintanya akan alam tak akan pernah mati. Bahkan kata-katanya terpatri jelas didalam hidup saya.Tapi perbedaan saya dengan Gie, saya lebih memilih mati syahid diibanding mati dialam bebas dangan kesia-siaan.

Hal terindah yang saya lakukan dengan alam adalah membaca ayat-ayat rahman dengan backsound aliran air yang deras. sungguh perpaduan yang indah. Ketika ditanya “nikmat mana yang akan kamu dustakan” sedangkan dibelakang saya ada mata air yang akan selu membantu kehidupan ini, ada alam yang rela berbagi keindahanya hanya untuk kepentingan manusia, alampun tak segan merelakan untuk tetap meyeimbangkan dirinya dengan keserakahan manusia. lalu “nikmat mana yang kan kamu dustakan”

Hal ini yang membuat saya ingin mencoba beberapa backsound alam yang kan mengiringi saya ketika membaca surat cintaNya.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.